Dokter Statistik Indonesia

Olah Data Statistik Kedokteran, Kebidanan. Gizi, dan Farmasi

DATA BANGKITAN | SEM VALIDITAS RELIABILITAS VALID DAN RELIABLE

DATA BANGKITAN | SEM VALIDITAS RELIABILITAS VALID DAN RELIABLE

Aneh bukan…😀😀 Begini ceritanya.

Ada 3 orang mahasiswi datang konsultasi ke rumah, dengan baju yang sedikit basah dan seoerti merass kedinginan, sementara diluar cuacanya hujan lebat dan udaranya terasa dingin menusuk tulang.
Mereka mengaku sebagai mahasiswa di salah satu universitas terkenal di Surabaya, dengan wajah yg lelah, bingung, menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya, kemudian mulai bercerita yang mereka hadapi hingga datang kemari
” Mb, kami lagi penelitian dengan desain penelitian Pre dan Post, rencana sampel 125 responden, dan kami sudah diburu waktu untuk segera wisuda semester ini” ketiganya sambil melihat kearah saya, terdiam sesaat.
” bisakah kami dibantu untuk datanya, sekalian analisa datanya? dan minta dibantu hasilnya bisa sesuai teory yang ada di bab proposal”.
“Kalian pake data primer apa data sekunder?” Kata saya.
“Data primer, pake kuisioner mb.” Jawab mereka.
Lho.. kok jadi serius..
LUPAKAN LUPAKAN..
DAN PERHATIKAN yang saya sampaikan.

Kami akan membantu untuk membuatkan data seperti yang kalian inginkan dan analisa data yang sesuai dengan penelitian anda. Kontak kami di 08125253494 konsultasikan apapun tentang penelitian anda pada kami sekarang dan selama penelitan anda. SUKSES milik kita bersama.

Teori Uji Validitas Dan Reliabilitas

Teori Uji Validitas Dan Reliabilitas

Uji validitas dan reliabilitas sangatlah penting pada saat melakukan sebuah pengujian atau pengukuran yang digunakan sebagai bagian dari proses pengumpulan data. Seperti halnya seorang engineer, mereka pasti tidak akan menggunakan sebuah metode pengambilan data yang tidak sesuai dengan obyek penelitiannya, karena engineer tentunya berorientasi terhadap hasil untuk menunjukkan kebenaran atau kesalahan dari sebuah teori.

Dalam penelitian ilmiah, data dapat diperoleh dari berbagai macam metode, diantaranya adalah kuesioner. Penggunaan kuesioner sebagai alat pengumpul data tentunya telah disertai dengan berbagai macam pertimbangan, dan sebagai alat ukur dalam penelitian, kuesioner harus memenuhi kreteria tertentu sehingga dapat memeberikan informasi yang terpercaya, yaitu harus memiliki validitas dan realibilitas yang baik.

Sifat valid dan reliabel diperlihatkan oleh tingginya validitas dan reliabilitas hasil ukur suatu pengukuran. Suatu instrument ukur yang tidak valid dan reliabel akan memberikan informasi yang tidak akurat mengenai keadaan subject/responden/individu yang dikenai pengukuran/tes tersebut. Sehingga apabila informasi yang salah digunakan sebagai dasar pengambilan suatu kesimpulan dan keputusan, maka tentu saja kesimpulan dan keputusan tersebut akan menjadi tidak tepat.

Definisi

Uji validitas digunakan untuk menguji sejauh mana ketepatan atau kebenaran suatu instrument sebagai alat ukur variabel penelitian. Jika alat ukur valid atau benar maka hasil pengukuranpun pasti akan benar, atau dengan kata lain, validitas berbicara tentang bagaimana suatu alat ukur yang digunakan memang telah mengukur apa yang ingin diukur.

Secara umum engineer merancang sendiri instrument pengukuran berupa pertanyaan yang berhubungan dengan persepsi responden. Item-item pertanyaan tersebut disusun berdasarkan kreteria kreteria yang diambil dari teori sehingga dapat menghasilkan instrument yang benar dan rasional.

Uji reliabilitas adalah suatu pengujian yang berorientasi pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Uji ini dilakukan untuk melihat kesesuaian nilai dari sebuah kuesioner yang dikerjakan oleh seorang responden pada kesempatan atau waktu yang berbeda dan dengan kuesioner yang sama. Relibilitas suatu pengukuran juga menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut dilakukan secara baik atau bebas dari error, sehingga memberikan jaminan bahwa data hasil pengukuran tersebut konsisten meskipun dalam waktu yang berbeda. Atau dengan kata lain keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi.

Hubungan Antara Reliabilitas dan Validitas

Meskipun uji reliabilitas dan validitas terkesan memiliki konsep yang berbeda, namun pada dasarnya kedua hal tersebut saling berhubungan. Beberapa hal yang menunjukkan hubungan tersebut adalah :

Gambar 1. Hubungan antara reliabilitas dan validitas

  1. Pengukuran tidak reliabel dan juga tidak valid. Kekurangan dari reliabilitas dimaksudkan bahwa terkadang pengukuran yang dilakukan adalah benar atau valid namun apabila dilakukan pengukuran ulang pada waktu dan kesempatan lainnya, maka hasilnya berbeda.
  2. Pengukuran reliabel namun tidak valid. Proses pengukuran dilakukan secara konsisten dengan menggunakan konsep yang tidak tepat sehingga reliabilitas data dapat tercapai namun penilaian tidak valid.
  3. Pengukuran valid namun tidak reliable. Secara umum hal ini disebabkan oleh adanya pertanyaan yang ambigu sehingga menimbulkan multi-persepsi, bahasa maupun budaya respondents yang berbeda, atau pertanyaan yang kemungkinan bisa berubah jawabannya disebabkan oleh waktu.
  4. Pengukuran valid dan reliable. Hasil ini adalah tujuan utama pada sebuah penelitian. Oleh karena itu diperlukan proses identifikasi pengukuran yang akurat dan sesuai dengan obyek penelitian, serta memiliki hasil yang sama meskipun pada wktu yang berbeda.
Metode Pengujian Validitas dan Reliabilitas

Pengujian validitas biasanya dilakukan secara statistik yaitu dengan teknik korelasi, yaitu dengan formula sebagai berikut :

Langkah-langkahnya pengujian validitas dengan korelasi adalah sebagai berikut :

  1. Korelasikan skor-skor suatu nomor angket dengan skor total seluruh item.
  2. Jika nilai korelasi (r) yang diperoleh adalah positif, kemungkinan butir yang diuji tersebut adalah valid.
  3. Namun walaupun positif, perlu pula nilai korelasi (r) yang dihitung tersebut dilihat signifikan tidaknya. Caranya adalah dengan membandingkan nilai korelasi yakni r hitung dengan nilai r table. Apabila nilai r hitung > r table, maka butir instrument adalah valid. Butir instrument yang tidak valid (tidak benar/salah) tidak layak untuk dijadikan sebagai item di dalam instrument penelitian. Butir yang tidak valid dibuang dari instrument angket.

Sedangkan pengujian reliabilitas dapat menggunakan salah satu teknik, misalnya Split Half, yaitu dengan cara:

  1. Belah insturmen menjadi 2 bagian (instrument bernomor ganjil dan genap).
  2. Korelasikan skor-skor total ganjil, dengan skor-skor total genap, dan dengan statistic korelasi product moment (r).
  3. Masukan nilai korelasi (r) yang diperoleh ke dalam rumus Spearman Brown.

Penarikan kesimpulannya, jika nilai koefisien reliabilitas (Spearman Brown/ri) ≥ 0,6 maka instrument memiliki reliabilitas yang baik/reliabel/terpercaya.

Contoh Kasus

Pengujian validitas dengan menggunakan korelasi dapat dilihat pada contoh berikut ini. Misalnya peneliti ingin menguji apakah variable X tabel 4.1. seluruh item instrumennya valid atau tidak. Jumlah instrument dalam table 4.1. terdiri dari 10 buah. Oleh karena itu engineer akan menguji satu persatu nilai-nilai masing-masing item dengan skor Total X-nya.

Tabel 1. Contoh skor jawaban angket variable untuk pengujian validitas.

Apabila menggunakan SPSS, maka kriteria menarik kesimpulan untuk mementukan valid tidaknya suatu instrument adalah dengan melihat probabilitas kesalahan dari korelasi (disimbolkan dengan Sig.). Nilai kesalahan (Sig.) hasil dari perhitungan SPSS tersebut dibandingkan dengan probabilitas kesalahan yang ditetapkan oleh engineer yang disimbolkan dengan alpha (α). Umumnya dalam penelitian nilai α yang di pilih adalah 0,05. Jika nilai Sig. < α0,05, maka suatu item instrument yang diuji korelasinya adalah valid.

Tabel 2. Rangkuman contoh hasil uji validitas

Skor-skor pada table 2. di atas menunjukkan bahwa seluruh nilai Sig. di bawah 0,05 kecuali untuk item instrument nomor 1 dan 6, sehingga instrument nomor 1 dan 6 tidak valid.

Sedangkan uji reliabilitas, dapat dilakukan dengan menyusun kembali nilai-nilai skor angket pada tabel 1., namun tidak memasukkan nilai item yang tidak valid, seperti pada tabel 3. berikut.

Tabel 3. Skor jawaban variable X tanpa item yang tidak valid

Dengan menggunakan contoh data dalam pengujian dari tabel 4.3. di atas, yakni dengan mengambil data hanya untuk item instrument yang valid, maka diperoleh koefisien reliabilitas seperti pada tabel 4. berikut :

Table 4. Nilai koefisien reliabilitas dari hasil pengolahan data dengan SPSS

Berdasarkan tabel 4.4. di atas, nilai koefisien reliabilitas (Cronbach’s Alpha) adalah sebesar 0,907, dengan demikian nilai ini lebih besar dari 0,6 sehingga kesimpulannya data tersebut adalah reliabel.

Refrensi

[1] Gratton, Chris, Research Method For Sport Studies, Routledge, London, 2004
[2] Manurung, Saprinal. Metodologi Penelitian Bisnis, Konsep dan Aplikasi, Umsu Press, Indonesia, 2014
[3] Neuman, W. L., Basic of social research: Qualitative and quantitative qpproaches, second edition. Pearson Education, Inc. England, 2007
[4] Nisfiannoor, Muhammad, Pendekatan Statistika Modern Untuk Ilmu Sosial, Penerbit Salemba Humanika, Indonesia, 2009
[5] Suryani & Hendriyadi, Metode Riset Kuantitatif Teori dan Aplikasi, Prenada Media Group, 2016
[6] Siegel, S Castellan and Jr Castellan. NJ. Nonparametric Statistic for the behavior sciences, McGraw-Hill, New York, 1988

MENGAPA UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS WAJIB DILAKUKAN DAN MENGAPA SULIT TERPENUHI?

1. Sampel yang diambil tidak sesuai dengan kriteria sampel yang diamati. (Mis. Kuisioner untuk akunting tapi diujicobakan dengan sampel para petani, dengan kata lain salah orang untuk uji coba kuisioner)
2. Pada saat pengambilan sampel tidak memperhatikan waktu yang tepat, sehingga responden cenderung mengisi secara asal-asalan.
3. Item pertanyaan yang dibuat terlalu panjang sehingga responden agak malas untuk membaca hingga selesai, akibatnya jawaban yang diberikan menjadi tidak sesuai yang diharapkan.
4. Item pertanyaan memuat kalimat-kalimat yang AMBIGU atau membingungkan bagi responden.
5. Item pertanyaan yang menggunakan istilah-istilah yang tidak umum (mis. Istilah medis, kalimat ilmiah, dll) tanpa keterangan yang jelas sehingga responden tidak mudah memahami maksud dari pertanyaan yang diberikan.
6. Kondisi responden juga sangat berpengaruh (lagi emosi, sibuk dengan pekerjaannya, lagi sakit, dll) atau responden dalam tekanan (Mis. Responden ditungguin sambil diajak ngobrol, atau responden dikumpulkan dalam sebuah ruangan, dan diminta mengisi kuisioner seperti tes CPNS dengan waktu yang telah ditentukan, dll).
7. Ketidak jujuran responden dalam mengisi jawaban dari pertanyaan (mis. Takut ketahuan atasannya, takut diketahui tentang jati dirinya, dll)

Faktor-faktor tersebut merupakan kendala-kendala yang harus dihindari apabila menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data.

Apa Isi email Order Anda ?

Apa Isi email Order Anda ?

  1. File Kuisioner dalam bentuk File (doc, Pdf)
Contoh:
Tujuannya untuk menentuka berapa variable yang anda ujikan.
  1. File jawaban responden yang telah di entri
Contoh:
  1. Hal lain yang perlu kami ketaui adalah Tujuan penelitian dan analisa data yang digunakan pada proposal yang telah disetujui. (File BAB 1 dan BAB 3)
  2. Tentukan order yang jelas, apa saja yang anda/dosen minta untuk dianalisiskan khususnya untuk uji yang bukan uji validitas dan reliabilitas.
  3. Kirimkan DP sebesar minimal Rp.100.000,- (uji validitas), Rp.200.000,- (uji lainnya) dan Rp.400.00,- (Amos dan Goal Programming DS) ke rekening akan kami berikan, segera konfirmasikan pada kami.
  4. Data yang anda kirimkan kami beri jaminan tidak akan di duplikasi baik online maupun offline, karena semua data, tersimpan pada komputer kami secara terpisah.
  5. Tunggu konformasi dari kami.
Teori Uji Validitas Dan Reliabilitas

DUA JENIS ANALISA DATA UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

Tehnik Uji Validitas dan Reliabilitas ke 1

1. Uji validitas Kinerja Perawat

clip_image010

2. Uji reliabilitas Kinerja Perawat

Reliability

Scale: Kinerja Perawat

clip_image012

Uji validitas dan reliabilitas dengan cara ke-1

Kelebihan:

1. Lebih mudah dalam pemenuhan validitas untuk item-item indikator dari suatu variabel dengan menggunakan uji korelasi product momen pearson.

2. Apabila item-item indikator dari suatu variabel, maka akan semakin mempermudah dalam pemenuhan uji reliabilitasnya dimana nilai alpha cronbach akan semakin besar dan dapat memenuhi batas cut off value tertentu yaitu 0.6 (arikunto, singarimbun dan yarnest), yang menyebutkan bahwa item-item indicator dari suatu variable dapat dikatakan valid apabila mempunyai alpha cronbach >0.6.

3. Akibatnya dianggap lebih mudah dalam pemenuhan validitas item variabel, karena tidak harus mengolah data menjadi lebih sempurna atau bahkan terlalu sempurna yang cenderung tidak logis, agar dapat terpenuhi validitasnya. Dikatakan valid jika nilai signifikansi dari korelasi (r)<0.05, dan dikatakan reliabel jika nilai alpha cronbach >0.6.

Kekurangan:

1. Apabila item indikator dari suatu variabel terlalu sedikit (<5 pertanyaan), cenderung akan lebih sulit untuk membuat data menjadi valid dengan tingkat reliabilitas yang tinggi.

2. Membutuhkan dua kali analisis yaitu untuk validitas dengan korelasi product momen pearson dan uji reliabilitasnya dengan reliability test.


[1] Singarimbun, M. 1995. Metode Penelitian Survei. Edisi revisi. Cetakan ke-2. Jakarta:PT Pustaka LP3ES Indonesia.

Tehnik Uji Validitas dan Reliabilitas ke 2

Reliability

Scale: MINAT

clip_image002

clip_image004

Catatan: Karena ada butir yang tidak valid, maka butir yang tidak valid tersebut dikeluarkan, dan proses analisis (seperti di atas) diulang untuk butir yang valid saja.

Reliability

Scale: MINAT

clip_image006

clip_image008

Validitas

Sekarang terlihat bahwa dari semua r adalah positif, Sehingga bisa dikatakan item adalah valid.

Karena item pertanyaan sudah valid semua, analisis dilanjutkan pada reliabililas.

Reliabilitas

Hipotesis

Ho = Skor item pertanyaan berkorelasi positif dengan komposit faktornya.

Hl = Skor item pertanyaan tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya.

Uji validitas dan reliabilitas dengan Reliability test

Kelebihan:

  1. Tidak kesulitan untuk memenuhi reliabilitas hingga batas cut off value tertentu karena pembanding dari alpha cronbach adalah nilai r tabel, misalnya seperti patokan dalam arikunto, singarimbun dan yarnest yang menyebutkan bahwa item-item indicator dari suatu variable dapat dikatakan valid apabila mempunyai alpha cronbach >0.6.
  2. Hanya membutuhkan satu kali analisis yaitu dengan reliability test saja sudah dapat menilai validitas dan reliabilitas dari suatu item variabel serta secara keseluruhan variabel untuk reliabilitasnya.

Kekurangan:

  1. Seringkali terlalu sensitive dalam pengujian validitas, sehingga menyebabkan banyak item yang tidak valid akibat nilai corrected item total correlation nya < r tabel.
  2. Akibatnya dianggap lebih sulit dalam pemenuhan validitas item variabel, karena harus mengolah data menjadi lebih sempurna, agar dapat terpenuhi validitasnya. Dikatakan valid jika nilai corrected item total correlation > r tabel.