by Dokterstatistik | Apr 3, 2010 | AMOS, ANALISA, ANALISIS, ESTIMASI, INTERPRETASI, jenis, PROGRAM, Reliabilitas, SEM, SPSS, STATISTIK, uji validitas reliabilitas manipulasi Analisa data statistics, Validitas
- File Kuisioner dalam bentuk File (doc, Pdf)
Contoh:
Tujuannya untuk menentuka berapa variable yang anda ujikan.
- File jawaban responden yang telah di entri
Contoh:
- Hal lain yang perlu kami ketaui adalah Tujuan penelitian dan analisa data yang digunakan pada proposal yang telah disetujui. (File BAB 1 dan BAB 3)
- Tentukan order yang jelas, apa saja yang anda/dosen minta untuk dianalisiskan khususnya untuk uji yang bukan uji validitas dan reliabilitas.
- Kirimkan DP sebesar minimal Rp.100.000,- (uji validitas), Rp.200.000,- (uji lainnya) dan Rp.400.00,- (Amos dan Goal Programming DS) ke rekening akan kami berikan, segera konfirmasikan pada kami.
- Data yang anda kirimkan kami beri jaminan tidak akan di duplikasi baik online maupun offline, karena semua data, tersimpan pada komputer kami secara terpisah.
- Tunggu konformasi dari kami.
by Dokterstatistik | Sep 24, 2009 | dan, dua, jenis, kekurangan, kelebihan, metode, Reliabilitas, uji, Validitas
Tehnik Uji Validitas dan Reliabilitas ke 1
1. Uji validitas Kinerja Perawat

2. Uji reliabilitas Kinerja Perawat
Reliability
Scale: Kinerja Perawat

Uji validitas dan reliabilitas dengan cara ke-1
Kelebihan:
1. Lebih mudah dalam pemenuhan validitas untuk item-item indikator dari suatu variabel dengan menggunakan uji korelasi product momen pearson.
2. Apabila item-item indikator dari suatu variabel, maka akan semakin mempermudah dalam pemenuhan uji reliabilitasnya dimana nilai alpha cronbach akan semakin besar dan dapat memenuhi batas cut off value tertentu yaitu 0.6 (arikunto, singarimbun dan yarnest), yang menyebutkan bahwa item-item indicator dari suatu variable dapat dikatakan valid apabila mempunyai alpha cronbach >0.6.
3. Akibatnya dianggap lebih mudah dalam pemenuhan validitas item variabel, karena tidak harus mengolah data menjadi lebih sempurna atau bahkan terlalu sempurna yang cenderung tidak logis, agar dapat terpenuhi validitasnya. Dikatakan valid jika nilai signifikansi dari korelasi (r)<0.05, dan dikatakan reliabel jika nilai alpha cronbach >0.6.
Kekurangan:
1. Apabila item indikator dari suatu variabel terlalu sedikit (<5 pertanyaan), cenderung akan lebih sulit untuk membuat data menjadi valid dengan tingkat reliabilitas yang tinggi.
2. Membutuhkan dua kali analisis yaitu untuk validitas dengan korelasi product momen pearson dan uji reliabilitasnya dengan reliability test.
[1] Singarimbun, M. 1995. Metode Penelitian Survei. Edisi revisi. Cetakan ke-2. Jakarta:PT Pustaka LP3ES Indonesia.
Tehnik Uji Validitas dan Reliabilitas ke 2
Reliability
Scale: MINAT


Catatan: Karena ada butir yang tidak valid, maka butir yang tidak valid tersebut dikeluarkan, dan proses analisis (seperti di atas) diulang untuk butir yang valid saja.
Reliability
Scale: MINAT


Validitas
Sekarang terlihat bahwa dari semua r adalah positif, Sehingga bisa dikatakan item adalah valid.
Karena item pertanyaan sudah valid semua, analisis dilanjutkan pada reliabililas.
Reliabilitas
Hipotesis
Ho = Skor item pertanyaan berkorelasi positif dengan komposit faktornya.
Hl = Skor item pertanyaan tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya.
Uji validitas dan reliabilitas dengan Reliability test
Kelebihan:
- Tidak kesulitan untuk memenuhi reliabilitas hingga batas cut off value tertentu karena pembanding dari alpha cronbach adalah nilai r tabel, misalnya seperti patokan dalam arikunto, singarimbun dan yarnest yang menyebutkan bahwa item-item indicator dari suatu variable dapat dikatakan valid apabila mempunyai alpha cronbach >0.6.
- Hanya membutuhkan satu kali analisis yaitu dengan reliability test saja sudah dapat menilai validitas dan reliabilitas dari suatu item variabel serta secara keseluruhan variabel untuk reliabilitasnya.
Kekurangan:
- Seringkali terlalu sensitive dalam pengujian validitas, sehingga menyebabkan banyak item yang tidak valid akibat nilai corrected item total correlation nya < r tabel.
- Akibatnya dianggap lebih sulit dalam pemenuhan validitas item variabel, karena harus mengolah data menjadi lebih sempurna, agar dapat terpenuhi validitasnya. Dikatakan valid jika nilai corrected item total correlation > r tabel.