Dokter Statistik Indonesia

Olah Data Statistik Kedokteran, Kebidanan. Gizi, dan Farmasi

ESTIMASI BIAYA ANALISA DATA DAN INTERPRETASI HASIL ANALISIS BERLAKU SEJAK 29 September 2011

A.Data dari kuisioner

  1. Untuk uji Regresi Sederhana (uji asumsi normalitas) dengan menggunakan data asli (tanpa editing data),
  2. Untuk uji Regresi Sederhana (uji asumsi normalitas) menggunakan data asli dengan editing data atau manipulasi data, sehingga berdistribusi normal dan mempunyai pengaruh yang signifikan,
  3. Untuk uji Regresi Berganda (uji asumsi klasik) dengan menggunakan data asli (tanpa editing data),
  4. Untuk uji Regresi Berganda (uji asumsi klasik) menggunakan data asli dengan editing data atau manipulasi data (untuk 5 variabel independen), sehingga hasil asumsi klasik dapat terpenuhi, berdistribusi normal dan mempunyai pengaruh yang signifikan,

B.Data sekunder (misalnya dari laporan keuangan)

  1. Untuk uji Regresi Sederhana (uji asumsi normalitas) dengan menggunakan data asli (tanpa editing data),
  2. Untuk uji Regresi Sederhana (uji asumsi normalitas) menggunakan data asli dengan editing data, sehingga berdistribusi normal dan mempunyai pengaruh yang signifikan
  3. Untuk uji Regresi Berganda (uji asumsi asumsi klasik) dengan menggunakan data asli (tanpa editing data)
  4. Untuk uji Regresi Berganda (uji asumsi klasik) menggunakan data asli dengan editing data atau manipulasi data (untuk 2 variabel independen)
  5. Jika ada lebih dari 2 variabel independen, maka untuk setiap penambahan 1 variabel independen dikenakan biaya tambahan

Catatan:

  • Asumsi total sampel yang menjadi sapel pengujian antara 30 hingga 60 responden
  • Untuk analisis Path dengan menggunakan beberapa Regresi dari SPSS, biayanya akan dihitung secara akumulatif setelah analisis, agar biayanya tidak terlalu besar.

NB: Biaya Tambahan (Optional)

1. Interpretasi Rp.100.000,-
2. Penyajian data Rp.600.000,-
3. Penyajian data, Pembahasan, hingga kesimpulan Rp. 1.800.000,-
4. Harga tambahan tidak termasuk analisis.
5. Harga dapat berubah sewaktu-waktu.
6. Harga dapat dikonfirmasi melalui nomor kontak kami. 085755238488 (SMS Only), 087870505059 (WA)

DUA JENIS ANALISA DATA UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

DUA JENIS ANALISA DATA UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

Tehnik Uji Validitas dan Reliabilitas ke 1

1. Uji validitas Kinerja Perawat

clip_image010

2. Uji reliabilitas Kinerja Perawat

Reliability

Scale: Kinerja Perawat

clip_image012

Uji validitas dan reliabilitas dengan cara ke-1

Kelebihan:

1. Lebih mudah dalam pemenuhan validitas untuk item-item indikator dari suatu variabel dengan menggunakan uji korelasi product momen pearson.

2. Apabila item-item indikator dari suatu variabel, maka akan semakin mempermudah dalam pemenuhan uji reliabilitasnya dimana nilai alpha cronbach akan semakin besar dan dapat memenuhi batas cut off value tertentu yaitu 0.6 (arikunto, singarimbun dan yarnest), yang menyebutkan bahwa item-item indicator dari suatu variable dapat dikatakan valid apabila mempunyai alpha cronbach >0.6.

3. Akibatnya dianggap lebih mudah dalam pemenuhan validitas item variabel, karena tidak harus mengolah data menjadi lebih sempurna atau bahkan terlalu sempurna yang cenderung tidak logis, agar dapat terpenuhi validitasnya. Dikatakan valid jika nilai signifikansi dari korelasi (r)<0.05, dan dikatakan reliabel jika nilai alpha cronbach >0.6.

Kekurangan:

1. Apabila item indikator dari suatu variabel terlalu sedikit (<5 pertanyaan), cenderung akan lebih sulit untuk membuat data menjadi valid dengan tingkat reliabilitas yang tinggi.

2. Membutuhkan dua kali analisis yaitu untuk validitas dengan korelasi product momen pearson dan uji reliabilitasnya dengan reliability test.


[1] Singarimbun, M. 1995. Metode Penelitian Survei. Edisi revisi. Cetakan ke-2. Jakarta:PT Pustaka LP3ES Indonesia.

Tehnik Uji Validitas dan Reliabilitas ke 2

Reliability

Scale: MINAT

clip_image002

clip_image004

Catatan: Karena ada butir yang tidak valid, maka butir yang tidak valid tersebut dikeluarkan, dan proses analisis (seperti di atas) diulang untuk butir yang valid saja.

Reliability

Scale: MINAT

clip_image006

clip_image008

Validitas

Sekarang terlihat bahwa dari semua r adalah positif, Sehingga bisa dikatakan item adalah valid.

Karena item pertanyaan sudah valid semua, analisis dilanjutkan pada reliabililas.

Reliabilitas

Hipotesis

Ho = Skor item pertanyaan berkorelasi positif dengan komposit faktornya.

Hl = Skor item pertanyaan tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya.

Uji validitas dan reliabilitas dengan Reliability test

Kelebihan:

  1. Tidak kesulitan untuk memenuhi reliabilitas hingga batas cut off value tertentu karena pembanding dari alpha cronbach adalah nilai r tabel, misalnya seperti patokan dalam arikunto, singarimbun dan yarnest yang menyebutkan bahwa item-item indicator dari suatu variable dapat dikatakan valid apabila mempunyai alpha cronbach >0.6.
  2. Hanya membutuhkan satu kali analisis yaitu dengan reliability test saja sudah dapat menilai validitas dan reliabilitas dari suatu item variabel serta secara keseluruhan variabel untuk reliabilitasnya.

Kekurangan:

  1. Seringkali terlalu sensitive dalam pengujian validitas, sehingga menyebabkan banyak item yang tidak valid akibat nilai corrected item total correlation nya < r tabel.
  2. Akibatnya dianggap lebih sulit dalam pemenuhan validitas item variabel, karena harus mengolah data menjadi lebih sempurna, agar dapat terpenuhi validitasnya. Dikatakan valid jika nilai corrected item total correlation > r tabel.